Sunday, August 19, 2012 at 1:47 AM with ≡
hoho setelah sebelumnya aku memberikan spoiler sekarang translatenya :3
Labels: 2012, manga, Pandora Hearts
Wednesday, August 15, 2012 at 12:24 AM with ≡
Konbanwa minna sebetulnya aku sudah pernah mempublish post ini '_'
aku hanya mempost ulang post ini
soalnya ada temenku yg kayaknya tergila gila sama PH karena salah diriku =_=a
jadi baiklah aku post ulang dan ini lebih panjang dari yg sebelumnya a(OAO)

You’re all hiding alot more from me than she is that kind of person can’t be easily trustedDi suatu negeri yang suasananya mirip seperti di Eropa pada abad pertengahan, seorang anak lelaki bernama Oz Vessalius menjalani kehidupan sebagai salah satu penerus keluarga bangsawan yang terkemuka di negeri itu. Namun kehidupannya mulai berubah takkala ia bersama adik perempuannya yang bernama Ada dan seorang pelayannya yang bernama Gilbert secara tak sengaja menemukan jam saku misterius di sebuah makam tua di ruang bawah tanah kediaman keluarga Vessalius.
[Oz Vessalius]
Saat memegang jam tersebut, Oz mulai melihat penampakkan seorang gadis misterius dari dunia lain dan mendengar alunan musik yang indah di sekitarnya. Akan tetapi, Oz tidak memiliki banyak waktu untuk mengurusi hal itu karena ia harus segera bersiap-siap untuk melaksanakan upacara pendewasaan yang diadakan tepat di hari ulang tahunnya yang ke 15. tanpa Oz ketahui, sekelompok orang misterius telah berkumpul disekitarnya dan Gilbert, yang biasa dipanggil dengan nama Gil, telah menjadi salah satu korban yang dirasuki kekuatan mereka. Pada malam menjelang upacara pendewasaannya, Oz dikenalkan oleh pamannya yang bernama Oscar Vessalius dengan seorang gadis bernama Sharon Rainswort yang tak bisa berlama-lama dan harus bergegas pulang. Perubahan pun terjadi pada upacara pendewasaan. Ketika Oz menyentuh jam yang tak pernah berdetak selama seratus tahun, tiba-tiba jam itu langsung berdetak menuju ke arah jam 12. Tiba-tiba muncul orang bertudung merah yang datang untuk menghukum Oz dan mengirimnya ke Abyss.
Oz lalu ditikam oleh Gil yang telah kerasukan dan seketika itu juga tiba-tiba seorang gadis misterius bernama Alice, muncul di hadapan mereka. Walau Alice yang merupakan chain [makhluk dari dunia Abbys yang bisa berubah wujud menjadi kelinci hitam raksasa] telah berusaha menghalau tiga orang misterius tersebut, namun ia tak bisa menghalangi mereka. Atas kesalahan yang tak pernah Oz ketahui, yaitu keberadaannya di dunia, ketiga orang misterius itu lalu menjebloskan Oz ke penjara abadi di dunia Abyss.
Di sana Oz bertemu kembali dengan Alice yang mengajak Oz meloloskan diri dari penjara Abyss dengan cara mengikat kontrak dengannya untuk menjaga eksistensi Alice sebagai makhluk Abyss di dunia manusia. Namun ternyata Alice sama sekali tidak bisa mengingat masa lalunya. Untuk mengumpulkan ingatan Alice yang terpencar di dunia manusia, Oz pun bersedia membantunya sekaligus mencari tahu mengapa ia dijebloskan ke Abyss.
Setelah berhasil melarikan diri dari Abyss, Oz terbangun di rumah keluarga Rainsworth dan bertemu dengan Sharon dan pelayannya yang bernama Xerxes Break, serta seorang laki-laki misterius bernama Raven yang sekilas wajahnya mirip dengan Gilbert. Melalui penjelasan Break, Oz akhirnya mengetahui bahwa karena ia mengikat kontrak dengan Alice, maka ia telah menjadi kontraktor ilegal yang di dadanya terukir semacam tatto berbentuk jam dan jika jarum jam itu telah mencapai satu putaran penuh maka ia akan kembali terseret ke dasar penjara Abbys. Sedangkan bagi kontraktor legal, hal itu tidak berlaku bagi mereka dan malah membuat mereka awet muda.
Ternyata Sharon, Break dan Raven bekerja untuk organisasi bernama Pandora yang dibentuk oleh para leluhur keluarga bangsawan termasuk keluarga Vessalius dan keluarga Rainswort untuk menyelidiki mengenai keberadaan Abyss dan segala permasalahan mengenai chain, salah satunya adalah agar kontraktor ilegal tidak muncul dan membuat kekacauan di bumi. Sharon dan Break lalu mengajak Oz dan Alice untuk bergabung dalam Pandora dan menyelidiki mengenai kelompok Baskerville yang menjebloskan Oz ke dalam Abyss.
Oz dan Alice lalu menerima berbagai tugas untuk melawan berbagai makhluk chain yang meneror penduduk kota dan mengembalikan mereka ke Abyss. Oz dan Alice juga harus berpacu dengan waktu karena jarum jam pada tato di dada Oz mulai berdetak. Oz dan Alice yang didampingi oleh Raven kemudian tiba ke rumah kediaman keluarga Vessalius yang telah lapuk dan tampak telah lama ditinggalkan penghuninya. Namun disana mereka menemukan beberapa orang anggota organisasi Pandora yang telah dirasuki oleh Chain yang dikendalikan oleh seorang gadis bernama Zwei, yang merupakan salah satu anggota Baskerville. Rupanya dahulu Zwei merasuki Gil untuk menikam Oz. Dalam pertarungan melawan Zwei, akhirnya terungkap bahwa Raven ternyata adalah Gil yang telah beranjak dewasa dan Oz telah terkurung selama 10 tahun dalam penjara Abyss sehingga keadaan disekelilingnya telah berubah. Walau Zwei berhasil melarikan diri, namun Oz gembira karena bisa bertemu kembali dengan Gil. Ternyata setelah Oz masuk dalam Abbys, Gil lalu masuk dalam keluarga Nightray, keluarga yang melakukan pekerjaan kotor dari organisasi Pandora. Gil melakukan itu untuk menolong Oz dan agar Gil bisa bertemu kembali dengan adiknya yang bernama Vincent, yang diadopsi oleh keluarga Nightray.
Mereka kemudian menelusuri makam tua di kediaman keluarga Vessalius tempat Oz menemukan jam misterius dan akhirnya mereka menemukan salah satu kepingan dari ingatan milik Alice. Ditengah perjalanannya, Oz lalu bertemu kembali dengan Oscar. Akan tetapi kegembiraan Oz karena bisa bertemu kembali dengan orang-orang yang dicintainya membuat Alice merasa tak nyaman. Alice pun pergi meniggalkan mereka.
Namun permasalahan baru pun muncul ketika Chain yang dikenal dengan sebutan Cheshire Cat menculik Alice dan menjebloskannya ke dalam dunia buatan Cheshire. Ternyata Break pun turut terseret ke dalam dunia itu. Oz dan Gil akhirnya berhasil masuk ke dalam duni Cheshire untuk menyelamatkan Alice dan Break.
Dalam dunia itu Oz dan Gil lalu bertemu dengan seorang lelaki bernama Jack Vessalius yang menceritakan mengenai tragedi Sabrie yang terjadi 100 tahun yang lalu dan berkaitan dengan segala permasalahan di masa kini. Mampukah Oz menyelamatkan Alice dan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi serta siapa yang berada di baliknya?
Oz Vessalius
Gilbert Nightray
(( jangan tembak aku!? /bukanelu ))
Pelayan dan teman baik Oz yang sangat takut terhadap kucing. Dahulu Oscar menemukannya dalam keadaan tak sadarkan diri dan kehilangan ingatan di taman keluarga Vessalius. Gil kemudian diangkat menjadi pelayan yang mengabdi pada Oz. Untuk menolong Oz keluar dari Abbys, Gil harus menghianati keluarga Vessalius dan atas saran dari Break, ia pun bergabung menjadi salah satu keluarga Nightray. Selain itu, Gil masuk dalam keluarga Nightray untuk memata-matai itu atas perintah Break. Di keluarga Nightray, Gil akhirnya memperoleh kontrak legal dengan Chain bernama Raven. Gil kemudian menyamar dengan nama Raven. Walau Gil tekah menjadi pria dewasa saat bertemu kembali dengan Oz yang tetap terlihat umur 15 tahun, Gil masih tetap setia pada tuannya. Ketika terjebak dalam dunia Ceshire, Oz akhirnya mengetahui bahwa Gil dan Vincent berasal dari 100 tahun yang lalu.Xerxes Break
Oscar Vesalius
Alice
Sharon Rainswort
Vincent Nightray
Jack Vessalius
Walau ada sedikit perubahan dalam versi animenya, namun alur veritanya hampir sama dengan manga-nya. Cerita Pandora Hearts sendiri terinspirasi dari dongeng klasik populer yang diciptakan oleh pengarang asal Inggris bernama Lewis Carroll pada tahun 1865, yaitu Alice In The Wonderland dan Through The Looking-Glass. Beberapa nama karakter dalam Pandora Hearts juga diambil dari nama-nama karakter dalam Alice In The Wonderland, seperti nama Alice sendiri,lalu Ceshire yang dalam cerita digambarkan sebagai kucing dengan wajah menyeringai, Mad Hatter, dll. Selain itu, nama Baskerville juga diambil dari cerita Serlock Holmes and the Hound of the Baskerville yang diciptakan oleh Si Arthur Conan Doyle.
Will Of The Abyss / White Alice
Ada Vessalius

Seiyū : Kaori Fukuhara
Zai Vessalius
Credit:
Note: ada beberapa kata yang kuubah
Minna sebetulnya aku sekarang bukan tergila-gila ke PH tp ke Crimson Shell xD
Apalagi Shion senyumannya itu shouta kebangetan =///////=
Minna sebetulnya aku sekarang bukan tergila-gila ke PH tp ke Crimson Shell xD
Apalagi Shion senyumannya itu shouta kebangetan =///////=
Ok bye~ see you at bad dream! <<kejam
Labels: 2012, favorite, manga, Pandora Hearts, sinopsis
Friday, August 10, 2012 at 4:24 PM with ≡
Hello~ :3
Sudah lama aku tidak membuat FF yang life story =3
Aku membuat FF ini terinspirasi dari komik Chatching Your Love <3
kali ini FFnya bukan collab tp aku sendiri yg buatnya =w=
Disclaimer:
Pandora Hearts © Jun Mochizuki
Hate or Love © Luluchan 2012
Genres: Friendship
Pair(s): Disesuaikan seperti di Manga/Anime
Warning: GaJe, OOC, Abalness, garing, kependekan, typo berlebihan, alur kecepetan.
DON'T LIKE DON'T READ, DON'T NEKAT ;)
Hate or Love? Chapter 1
“Maaf, selamat tinggal” jawab seorang gadis yang sangat cantik yang memiliki rambut brunette dan iris violet yang sangat indah dengan dingin kepada laki-laki itu.
“Ehh…..” kata cowok itu yang tiba-tiba membeku karena cintanya ditolak oleh gadis yang disukainya.
Perlahan-lahan perempuan itu Alice menjauh dari laki-laki itu dan pergi untuk menemui sahabatnya dan kembarannya yang sudah menunggunya yaitu Break Xerxes dan Alyss Baskerville.
“Lho? Break, Alyss, masih menungguku? Pulang, yuk.” Ujar Alice kepada kedua sahabatnya itu.
“Duh, Alice! Barusan kamu keterlaluan deh!” Seru Alyss kembaran Alice yang memiliki rambut putih seputih salju dan iris violet kepada Alice dengan tampang kesal.
“Jangan libatkan aku dalam masalah ini ya” ujar Break cowok tampan memiliki rambut putih seperti Alyss dan iris merah dia juga sahabat Alice dan Alyss.
“Tuh lihat! Anak itu sulit untuk bangkit kembali! Emangnya dia kurang keren?” Seru Alyss kepada Alice sambil menjukkan tangannya kepada laki-laki yang diam membeku yang barusan ditolak Alice mentah-mentah.
“Habisnya aku kurang tertarik sama dia dan juga dia sangat aneh” jawab Alice kepada Alyss sambil memiringkan kepalanya.
“Aku tahu itu tapi kasihankan kalau kau menolaknya seperti itu, memangnya kau tidak ingin punya pacar?” ujar Alyss kepada Alice.
“Hmmmm…. Aku tidak butuh pacar karena Alyss dan Break saja sudah cukup untukku” jawab Alice dengan singkat, padat, dan jelas kepada Alyss.
Tentu saja itu membuat mereka berdua sweetdrop melihat Alice yang di dunianya hanya ada mereka berdua saja atau bisa dibilang dunia Alice sangat sempit.
"Rasanya aku kenal cowok itu, deh? ah yasudah lupakan saja" batin Alice.
Ketika di pagi hari di Pandora Gakuen tempat Alice, Alyss, dan Break sekolah tiba-tiba ada laki-laki yang kemarin ditolak Alice mentah-mentah menyapa Alice dengan penuh semangat seolah-olah kejadian kemarin itu tidak pernah terjadi.
“A…. Alice-san! Selamat pagi!” sapa laki-laki itu kepada Alice dengan penuh semangat walaupun sebetulnya dia sedikit malu.
“Eh, itu cewek yang selalu kau ikuti, yah?” sahut seorang laki-laki yang memiliki rambut hitam dan iris emas sambil menunjuk jarinya ke arah Alice.
“Bodoh! Jangan tunjuk-tunjuk, dong!” sahut laki-laki itu kepada temannya dengan tampang yang kesal dan malu.
“Ah! Dia orang yang kemarin’kan?” Tanya Alyss kepada Alice.
“Hmmm… mungkin” jawab Alice dengan tampang watados.
“Woi! Masa lupa lagi, sih?” sahut Break kepada Alice.
“Kemarin aku lupa memberitahu namaku, aku Oz Vessalius dari kelas A,ma-maaf aku tlat memberitahu namaku… tapi sekiranya sekarang kau bias tahu namaku” sahut Oz dengan malu-malu kepada Alice yang berada didepannya itu.
“Ah! Kalau begitu Oz kau nanti pulang bersama kami, yah!” seru Alyss yang menyerobot untuk mengajak Oz bersama mereka dengan gembira.
“Su…sungguh?” jawab Oz dengan ragu-ragu.
“Tentu saja! Pokoknya nanti kau harus pulang bersama kami! Oz tetap berusaha yah!” seru Alyss kepada Oz.
“Baik! Aku akan berusaha sampai Alice suka padaku!!!” seru Oz dengan suara lantang yang tentunya membuat Alice malu dan membuat orang-orang sekeliling mereka memperhatikan mereka.
“E.. eh!?” sahut Alice dengan wajah kaget.
“Ka-kalau begitu selamat tinggal! Sampai bertemu lagi nanti sepulang sekolah!” seru Oz sambil melambaikan tangannya dan berlari secepat mungkin karena malu.
“Fufufufu sepertinya ini akan sangat menarik” ujar Alyss dengan senyuman liciknya.
“A-apa maksudmu Alyss?” Tanya Alice kepada Alyss dengan sedikit ketakutan karena melihat senyuman licik Alyss.
“Hahaha tidak ada apa-apa kok!” seru Alyss kepada Alice dengan riang.
“Dasar…” sahut Break dengan sweetdrop melihat Alyss.
Ketika bel terakhir berbunyi. Murid-murid Pandora Gakuen berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing untuk pulang kerumah mereka ada juga yang ke asrama mereka. Asal kalian tahu Pandora Gakuen sekolah yang ketat pelajarannya ada banyak dan waktu istirahat mereka sangat sedikit. Jadi tentu saja murid-murid akan sangat senang jika bel terakhir berbunyi karena mereka bisa menghilangkan rasa stress mereka, dan tentunya Alice sangat bahagia karena bisa pulang dari sekolah yang dia anggap neraka itu.
“Fuh! Akhirnya sekolah selesai!” seru Alice dengan bahagia.
“Hei, Alice! Kau tadi tidur dikelas saat pelajaran terakhir’kan?” sahut Alyss kepada Alice.
“Iya, memangnya kenapa? Habisnya pelajaran Liam-sensei membosankan jadinya aku mengantuk, deh” jawab Alice kepada Alyss dengan wajah yang malas.
“Betul juga, sih. Pelajaran Liam-sensei memang membosankan. aku juga tadi tidak memerhatikannya” Sahut Alyss dengan menghela napas panjang.
“Kalian itu memang anak kembar yang sangat kompak” ujar Break kepada mereka berdua dengan wajah sweetdrop.
“Tentu saja! Kami ini sangat kompak! Oh iya Break, tadi kau memperhatikan Liam-sensei’kan? Kalau begitu nanti aku pinjam catatanmu yah~” Sahut Alyss kepada Break.
“Hmmm… yaudah deh nanti aku pinjamkan catatanku kepadamu, tapi lain kali kau harus memperhatika Liam-sensei kasihan dia.” Jawab Break kepada Alyss dengan wajahnya yang malas.
“Arigatou Break! Kau memang sahabatku yang terbaik!” Seru Alyss kepada Break dengan wajah yang gembira.
“Sama-sama. Oh iya mana laki-laki itu?” Sahut Break.
“Eh? Maksudmu Oz?” jawab Alyss.
“Iya Oz!” sahut Break kepada Alyss.
Ketika Alice mulai mendengar nama Oz dia yang awalnya gembira menjadi lesu karena dia tahu hari ini Oz akan pulang bersama dia dan sahabatnya itu.
“Ah! Kalian! Maaf aku telat!” seru Oz kepada mereka bertiga dengan melambaikan tangannya kearah mereka.
“huh Oz! darimana saja kau?” sahut Alyss kepada Oz dengan wajah yang kesal.
“Ehehehe, maaf tadi aku harus piket dulu” sahut Oz kepada Alyss sambil cengengesan.
“Yasudahlah! Kalau begitu ayo cepat kita pulang!” seru Alyss.
Ketika mereka bertiga eh maksudnya mereka berempat diperjalanan pulang Oz memulai pembicaraan.
“Ah, iya! Aku baru ingat! Sebetulnya Alyss itu siapanya Alice? Kenapa bisa mirip sekali?” sahut Oz kepada Alyss dan Alice yang tentunya membuat suasana menjadi hening seketika.
“Eh? Apa pertanyaanku ada yang salah?” ujar Oz dengan wajah yang sedikit bersalah.
“Pfffttt! Kau sama sekali tidak salah Oz! tentu saja kami mirip kami’kan kembar!” seru Alyss kepada Oz dengan menahan tawanya.
“Eh!? Jadi kalian kembar! Apakah itu benar Alice?” sahut Oz yang tidak percaya kepada Alice.
“Iya, itu benar. Kami berdua kembar, Alyss kakakku dan aku adiknya” Jawab Alice dengan singkat kepada Oz.
“Oh, pantas saja kalian berdua sangat mirip dari gaya rambut sampai berpakaian yang berbeda hanya warna rambut kalian berdua” sahut Oz dengan ber-oh-ria.
“Hmm.. baguslah kalau kau tahu” sahut Alice dengan dingin kepada Oz yang tentunya membuat Oz membeku.
“Ah! Kita sudah sampai! Sampai jumpa Oz, Break!” seru Alyss kepada Oz dan Break.
“Sampai jumpa” jawab Oz dan Break bersamaan.
Setelah Alice dan Alyss pergi kini tinggal Oz dan Break saja yang berada di bis.
“Break, bolehkah aku bertanya?” ujar Oz kepada Break.
“Tentu saja boleh, apa itu?” jawab Break kepada Oz dengan kalemnya.
“Itu… sebetulnya aku ingin bertanya apa saja hal-hal yang disukai oleh Alice?” sahut Oz kepada Break dengan wajah yang merah.
“Heh? Hanya itu?” Tanya Break kepada Oz.
“I..iya! hanya itu saja!” seru Oz.
“Hmm.. baiklah… Alice itu sangat suka daging dia sangat suka warna merah berbeda dengan Alyss yg sangat suka warna putih, jika kau memakan daging kesukaannya kau bisa saja dibunuh olehnya, ah iya! Bisa dibilang kalau Alice itu tsundere.” Jawab Break kepada Oz.
“Ooh begitu, oh iya apa kamu tahu siapa orang yang disukai Alice, Break?” Tanya Oz kepada Break dengan wajah yang sedikit memerah.
“Eh? Kalau itu mana kutahu. Kau coba Tanya langsung Alice saja” Jawab Break dengan santainya.
“Ka-kalau begitu besok aku akan bertanya kepada Alice!” Seru Oz dengan bersemangat.
“Yasudah, semangat! Ah aku sudah sampai, dah Oz~” Sahut Break kepada Oz sambil melambaikan tangannya kepada Oz.
“Dah Break” sahut Oz kepada Break sambil melambaikan tangannya.
“Yahhh… sekarang aku sendirian disini, kalau begitu besok aku harus menanyakan ‘itu’ kepada Alice!” batin Oz.
Ketika di pagi hari di Pandora Gakuen tempat Alice, Alyss, dan Break sekolah tiba-tiba ada laki-laki yang kemarin ditolak Alice mentah-mentah menyapa Alice dengan penuh semangat seolah-olah kejadian kemarin itu tidak pernah terjadi.
“A…. Alice-san! Selamat pagi!” sapa laki-laki itu kepada Alice dengan penuh semangat walaupun sebetulnya dia sedikit malu.
“Eh, itu cewek yang selalu kau ikuti, yah?” sahut seorang laki-laki yang memiliki rambut hitam dan iris emas sambil menunjuk jarinya ke arah Alice.
“Bodoh! Jangan tunjuk-tunjuk, dong!” sahut laki-laki itu kepada temannya dengan tampang yang kesal dan malu.
“Ah! Dia orang yang kemarin’kan?” Tanya Alyss kepada Alice.
“Hmmm… mungkin” jawab Alice dengan tampang watados.
“Woi! Masa lupa lagi, sih?” sahut Break kepada Alice.
“Kemarin aku lupa memberitahu namaku, aku Oz Vessalius dari kelas A,ma-maaf aku tlat memberitahu namaku… tapi sekiranya sekarang kau bias tahu namaku” sahut Oz dengan malu-malu kepada Alice yang berada didepannya itu.
“Ah! Kalau begitu Oz kau nanti pulang bersama kami, yah!” seru Alyss yang menyerobot untuk mengajak Oz bersama mereka dengan gembira.
“Su…sungguh?” jawab Oz dengan ragu-ragu.
“Tentu saja! Pokoknya nanti kau harus pulang bersama kami! Oz tetap berusaha yah!” seru Alyss kepada Oz.
“Baik! Aku akan berusaha sampai Alice suka padaku!!!” seru Oz dengan suara lantang yang tentunya membuat Alice malu dan membuat orang-orang sekeliling mereka memperhatikan mereka.
“E.. eh!?” sahut Alice dengan wajah kaget.
“Ka-kalau begitu selamat tinggal! Sampai bertemu lagi nanti sepulang sekolah!” seru Oz sambil melambaikan tangannya dan berlari secepat mungkin karena malu.
“Fufufufu sepertinya ini akan sangat menarik” ujar Alyss dengan senyuman liciknya.
“A-apa maksudmu Alyss?” Tanya Alice kepada Alyss dengan sedikit ketakutan karena melihat senyuman licik Alyss.
“Hahaha tidak ada apa-apa kok!” seru Alyss kepada Alice dengan riang.
“Dasar…” sahut Break dengan sweetdrop melihat Alyss.
----Sepulang sekolah----
“Fuh! Akhirnya sekolah selesai!” seru Alice dengan bahagia.
“Hei, Alice! Kau tadi tidur dikelas saat pelajaran terakhir’kan?” sahut Alyss kepada Alice.
“Iya, memangnya kenapa? Habisnya pelajaran Liam-sensei membosankan jadinya aku mengantuk, deh” jawab Alice kepada Alyss dengan wajah yang malas.
“Betul juga, sih. Pelajaran Liam-sensei memang membosankan. aku juga tadi tidak memerhatikannya” Sahut Alyss dengan menghela napas panjang.
“Kalian itu memang anak kembar yang sangat kompak” ujar Break kepada mereka berdua dengan wajah sweetdrop.
“Tentu saja! Kami ini sangat kompak! Oh iya Break, tadi kau memperhatikan Liam-sensei’kan? Kalau begitu nanti aku pinjam catatanmu yah~” Sahut Alyss kepada Break.
“Hmmm… yaudah deh nanti aku pinjamkan catatanku kepadamu, tapi lain kali kau harus memperhatika Liam-sensei kasihan dia.” Jawab Break kepada Alyss dengan wajahnya yang malas.
“Arigatou Break! Kau memang sahabatku yang terbaik!” Seru Alyss kepada Break dengan wajah yang gembira.
“Sama-sama. Oh iya mana laki-laki itu?” Sahut Break.
“Eh? Maksudmu Oz?” jawab Alyss.
“Iya Oz!” sahut Break kepada Alyss.
Ketika Alice mulai mendengar nama Oz dia yang awalnya gembira menjadi lesu karena dia tahu hari ini Oz akan pulang bersama dia dan sahabatnya itu.
“Ah! Kalian! Maaf aku telat!” seru Oz kepada mereka bertiga dengan melambaikan tangannya kearah mereka.
“huh Oz! darimana saja kau?” sahut Alyss kepada Oz dengan wajah yang kesal.
“Ehehehe, maaf tadi aku harus piket dulu” sahut Oz kepada Alyss sambil cengengesan.
“Yasudahlah! Kalau begitu ayo cepat kita pulang!” seru Alyss.
Ketika mereka bertiga eh maksudnya mereka berempat diperjalanan pulang Oz memulai pembicaraan.
“Ah, iya! Aku baru ingat! Sebetulnya Alyss itu siapanya Alice? Kenapa bisa mirip sekali?” sahut Oz kepada Alyss dan Alice yang tentunya membuat suasana menjadi hening seketika.
“Eh? Apa pertanyaanku ada yang salah?” ujar Oz dengan wajah yang sedikit bersalah.
“Pfffttt! Kau sama sekali tidak salah Oz! tentu saja kami mirip kami’kan kembar!” seru Alyss kepada Oz dengan menahan tawanya.
“Eh!? Jadi kalian kembar! Apakah itu benar Alice?” sahut Oz yang tidak percaya kepada Alice.
“Iya, itu benar. Kami berdua kembar, Alyss kakakku dan aku adiknya” Jawab Alice dengan singkat kepada Oz.
“Oh, pantas saja kalian berdua sangat mirip dari gaya rambut sampai berpakaian yang berbeda hanya warna rambut kalian berdua” sahut Oz dengan ber-oh-ria.
“Hmm.. baguslah kalau kau tahu” sahut Alice dengan dingin kepada Oz yang tentunya membuat Oz membeku.
“Ah! Kita sudah sampai! Sampai jumpa Oz, Break!” seru Alyss kepada Oz dan Break.
“Sampai jumpa” jawab Oz dan Break bersamaan.
Setelah Alice dan Alyss pergi kini tinggal Oz dan Break saja yang berada di bis.
“Break, bolehkah aku bertanya?” ujar Oz kepada Break.
“Tentu saja boleh, apa itu?” jawab Break kepada Oz dengan kalemnya.
“Itu… sebetulnya aku ingin bertanya apa saja hal-hal yang disukai oleh Alice?” sahut Oz kepada Break dengan wajah yang merah.
“Heh? Hanya itu?” Tanya Break kepada Oz.
“I..iya! hanya itu saja!” seru Oz.
“Hmm.. baiklah… Alice itu sangat suka daging dia sangat suka warna merah berbeda dengan Alyss yg sangat suka warna putih, jika kau memakan daging kesukaannya kau bisa saja dibunuh olehnya, ah iya! Bisa dibilang kalau Alice itu tsundere.” Jawab Break kepada Oz.
“Ooh begitu, oh iya apa kamu tahu siapa orang yang disukai Alice, Break?” Tanya Oz kepada Break dengan wajah yang sedikit memerah.
“Eh? Kalau itu mana kutahu. Kau coba Tanya langsung Alice saja” Jawab Break dengan santainya.
“Ka-kalau begitu besok aku akan bertanya kepada Alice!” Seru Oz dengan bersemangat.
“Yasudah, semangat! Ah aku sudah sampai, dah Oz~” Sahut Break kepada Oz sambil melambaikan tangannya kepada Oz.
“Dah Break” sahut Oz kepada Break sambil melambaikan tangannya.
“Yahhh… sekarang aku sendirian disini, kalau begitu besok aku harus menanyakan ‘itu’ kepada Alice!” batin Oz.
Ketika keesokan paginya di Pandora Gakuen seperti biasa Oz selalu menyapa Alice.
“Selamat pagi, Alice!” Sapa Oz kepada Alice dengan penuh semangat.
“Selamat pagi, Oz” jawab Alice dengan cuek.
“Lho mana Break dan Alyss?” Tanya Oz kepada Alice.
“Ah itu, Break ada acara keluarga kalau Alyss dia sedang sakit” jawab Alice kepada Oz.
“Jadi begitu, yah. Kalau begitu semoga Alyss cepat sembuh yah!” Seru Oz kepada Alice.
“Iya, ada yang ingin kau tanyakan lagi?” ujar Alice dengan memiringkan kepalanya.
"Se...sebetulnya aku ingin berbicara pribadi denganmu! sini!" Ujar Oz kepada Alice sambil memegang tangan Alice dan membawanya kebelakang sekolah sambil berlari.
"E....eeehhhh!!??" seru Alice yang kaget karena Oz tiba-tiba menarik tangannya dan membawanya pergi.
"hosh...hosh... apa yang ingin kau tanyakin sih! sampai-sampai membawaku ketempat seperti ini sambil lari!!" Seru Alice kepada Oz yang masih terengah-engah dan sedikit marah.
“Etto… Alice apa kau menyukai seseorang?” Tanya Oz kepada Alice dengan wajah yang penasaran dan sedikit merah.
“E..eh!? apa maksudmu Oz?!” ujar Alice dengan kelabakan dan dengan wajah yang memerah karena diberi pertanyaan seperti itu oleh Oz.
“Aku serius, Alice!” sahut Oz kepada Alice dengan wajah yang serius.
Kemudian Alice menjawab “Se…sebetulnya aku suka ……”
“Etto… Alice apa kau menyukai seseorang?” Tanya Oz kepada Alice dengan wajah yang penasaran dan sedikit merah.
“E..eh!? apa maksudmu Oz?!” ujar Alice dengan kelabakan dan dengan wajah yang memerah karena diberi pertanyaan seperti itu oleh Oz.
“Aku serius, Alice!” sahut Oz kepada Alice dengan wajah yang serius.
Kemudian Alice menjawab “Se…sebetulnya aku suka ……”
~TBC~
Ah rasanya gak pede =_=
soalnya FFnya garing banget terus nggak romance lagi -3-
mungkin nanti aku tambahin romance dichapter selanjutnya deh =x=a
KEEP or DELETE?
Monday, July 23, 2012 at 9:52 PM with ≡
Konbanwa minna =u=
daripada bosen mau tulis post apa
aku dateng cuman mau ngasih Lacie fan coloredku yg pertama >w<
Omaigat fail banget QAQ
Character: Lacie Baskerville
Colored: ME
Lineart: Lilbikun
Lineart Link: Here
Manga: Pandora HeartsArtist: Jun Mochizuki
Time: 1 hours 30 minute
Tool Used: SAI, Mouse
Retrace: 69
Labels: 2012, Art, Cute, Fan Coloring, manga, Pandora Hearts
at 11:36 AM with ≡
aku kesini datang untuk memberi tahu rahasiaku dalam pewarnaan rambut Reo dan Alice
sangat mudah kok =3
pertama warna basenya dulu, terus pake pencil tool lalu blur :D
ini nih beberapa gambarnya
ada orang bilang kalau pake blur tool nanti jadi jelek, aku pake blur tool selalu
emangnya ini jelek yah? TT^TT
padahal aku nyangka kalau gayaku ini yg paling bagus menurutku *pundung*
btw semoga semuanya bisa melakukannya karena caraku mewarnai rambut mudah ditiru ^v^d
aku ngewarnain selalu pakai mouse soalnya aku nggak punya Pentab =3=
jadi rada susah kalau ngecoloring sama ngegambar kalau pake mouse =^=
ini salah satu WIP :D
Hasillnya~

Oh iya bagi yg punya Deviant Art tolong Watch akun DA'ku yg baru QAQ
soalnya acc yg dulu aku lupa passnya (__ __) #pikun
Nama akunku LuluKumiko12
Ok segitu saja, bye~
Labels: 2012, Easy, Fan Coloring, manga, Pandora Hearts, Tutorial
Friday, July 20, 2012 at 9:34 PM with ≡
Yo minna-san! ヽ(*′ω`)ノ゙
Di post sebelumnya aku kan ngasih spoiler PH Retrace 75
Sekarang aku ngasih translate indonya ヽ(*´∀`)ノヾ(´^ω^)ノ♪
seperti biasa sebelum membaca harap siapkan tisu ヽ(´Д`;)ノ
ok langsung saja ヾ( ゚∀゚)ノ゙
ok langsung saja ヾ( ゚∀゚)ノ゙

Nah segitu saja~
kalau nggak salah retrace 76 keluarnya 18 Agustus 2012 ヽ(`∀´)ノ
Aku tak menyangka kalau retrace 75 sesedih ini mudah-mudahan retrace 76 lebih sedih dari ini
("°͡o°)͡ #jderr
mudah-mudahan nanti Alice kembali lagi dan berada di sisi Oz (*°∀°)=3
oh iya jangan ada yang mengakui kalau ini hasil translate kalian! ( ̄□ ̄;)
aku sengaja nggak pakai logo blogku dimanganya supaya kalian jujur! (*´▽`*)
oh iya jangan ada yang mengakui kalau ini hasil translate kalian! ( ̄□ ̄;)
aku sengaja nggak pakai logo blogku dimanganya supaya kalian jujur! (*´▽`*)
ok bye aku mau tidur ヽ(*UωU)ノ゙
Labels: 2012, manga, Pandora Hearts, Retrace 75, sad
























